Kehangatan serta kebersamaan dalam keluarga adalah impian setiap insan, termasuk kita.  Namun segala sesuatu di dunia ini butuh proses, demikian halnya suasana hangat serta kebersamaan dalam keluarga tidak  serta merta terbentuk dengan sendirinya melainkan butuh sebuah proses. Banyak cara yang bisa ditempuh, akan tetapi dari sekian banyak cara tersebut  manakah yang harus dipilih?
Melibatkan seluruh anggota keluarga dalam aktifitas positif dan membangun merupakan cara yang cukup efektif untuk menjalin komunikasi yang lebih berkualitas  antar anggota keluarga. Dengan membaca salah satunya.

Hm, benarkah?

Memang tidak setiap orang memilki hobby membaca namun pernahkah sahabat sekalian melewati setiap fase kehidupan Anda tanpa membaca?  Tidak bukan. Dan bukankah dulu ketika kita belum kenal satu huruf pun kita berjuang mati–matian untuk menghafal, lalu belajar mengejanya hingga kemudian kemampuan membaca kita makin meningkat? Lalu, apa susahnya kembali bersentuhan dengan aktivitas tersebut? Toh menjadi pembaca yang baik tidak selalu harus berkutat dengan buku–buku tebal dan berat yang  ketika membacanya  sampai harus mengernyitkan kening.
Lantas bagaimana caranya  agar kita dan anggota keluarga lainnya akrab dengan rutinitas membaca  dan menjadikannya sebagai sarana untuk lebih saling mengenal satu sama lain?

Bagi sahabat sekalian yang memiliki anak balita, tidak ada salahnya memanfaatkan waktu luang untuk membacakan cerita (cerpen anak, dongeng, sirah nabi dan cerita sarat pendidikan lainnya)  secara bergiliran antara ibu dengan ayahnya. Tidak sebatas  memupuk kedekatan anak dengan orang tua juga salah satu wujud perhatian orang tua kepada anaknya namun secara tidak langsung akan memotivasi anak untuk mulai belajar membaca.

Hm, barangkali pada awalnya sang anak cukup puas saat dibacakan certa oleh kedua orang tuanya. Namun seiring berjalannya waktu rasa keingintahuannyalah yang perlahan namun pasti memotivasinya untuk segera dapat membaca buku sendiri. Dan jika atmosfir ini bisa terus dipertahankan maka pada akhirnya anak  tumbuh menjadi sosok pembelajar yang   akan menjadikan buku sebagai salah satu sahabatnya.  Subhanallah.

Sementara jika ternyata putra–putri kita telah memasuki usia sekolah  dan mulai terbiasa dengan buku–buku bacaan alangkah baiknya bila kita menyempatkan diri mendampingi  saat mereka membaca. Tidak menutup kemungkinan bila kemudian anak menanyakan hal–hal yang kurang dimengerti atau merasa ragu dengan kesimpulannya sehingga membutuhkan saran dari kita.
Hm, terbuka peluang untuk berdiskusi kan? Sedikit banyak ini akan membantu meminimalisir kesenjangan komunikasi antara mereka dengan kita. Kita jadi lebih tahu karakter anak–anak kita, lebih bisa menyisipkan pesan-pesan pendidikan/moral tanpa membuat mereka merasa tertekan sekaligus memonitor sampai dimana pekembangan anak–anak kita. Di sisi lain mereka juga belajar mengembangkan pola pikir melalui argumen–argumen yang disampaikan. Dan yang terpenting lagi mereka mendapatkan arahan yang jelas kemana akan dibawa perjalanan hidup mereka.

Selanjutnya bagaimana dengan pasangan kita?

Akan lebih mudah bila ternyata kita dan pasangan memang memilki hobi membaca. Hampir bisa dipastikan waktu bersama pun  makin seru dengan info–info ringan seputar buku. Tidak hanya itu kita bisa mengenal lebih dalam karakter pasangan kita lewat bacaan–bacaan favoritnya. Bahkan terkadang saat dilanda bad mood sekali pun, buku bisa jadi salah satu tempat pelarian favorit untuk cooling down sejenak dari kerumitan yang sedang dihadapi.

Bukan begitu sahabat?
Tapi bagaimana bila ternyata pasangan kita tidak terlalu suka membaca ?

Ok, tidak terlalu suka membaca bukan berarti tidak suka diceritakan kisah dari buku yang telah dibaca bukan? Terlebih bila bukunya  seru best seller bahkan. Semisal Tetralogi Laskar Pelanginya Andrea Hirata, Saksikan Bahwa Aku Seorang Muslimnya …, Atau The Davinci Codenya Dan Brawn dan masih banyak lagi karya besar lainnya yang bisa menghangatkan kebersamaan Anda dan pasangan. Terkesan unik dan sepele namun efeknya tidak lagi sederhana.  Sebagai contoh, sahabat sekalian tentu tidak asing lagi dengan lagu-lagu yang dibawakan oleh Tompi. Siapa yang menyangka bila penyanyi yang juga seorang dokter ini ternyata lebih suka diceritakan kisah dari buku yang telah telah dibaca oleh istrinya, ketimbang ia membaca sendiri.

Penasaran? Silahkan coba, tunggu apa lagi?

<T.Widiyah. R>

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here