Ka’bah yang terletak di tengah Masjidil Haram di Mekkah dengan bentuk bangunannya yang mendekati bentuk kubus ini merupakan bangunan yang dijadikan sebagai patokan atau kiblat atau patokan arah untuk hal yang bersifat ibadah bagi umat Islam di seluruh dunia seperti shalat. Selain itu Ka’bah merupakan bangunan yang wajib dikunjungi atau diziarahi bagi umat Islam pada saat musim haji dan umrah.
Sejarah Ka’bah di Masa Nabi Adam as hingga Nabi Ibrahim a.s

Ka’bah itu sudah lebih dulu ada dibandingkan dengan umat manusia yang turun (Nabi Adam) berdasarkan keterangan dalam Al Qur’an:

“Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia.” (QS. Ali Imran: 96).

Dalam ayat tersebut dikatakan “dibangunkan untuk manusia” bukan “dibangun oleh manusia.” Sumber lain mengatakan bahwa 2000 tahun berdasarkan hitungan hari di bumi atau sekitar 2 hari dalam hitungan Allah sebelum Nabi Adam diciptakan, malaikat sudah membangun Ka’bah di bumi ini atas perintah Allah SWT. Bangunan yang didirikan untuk pertama kali menurut sebuah riwayat baru berupa tancapan penanda lokasi. Kemudian Allah SWT berfirman kepada malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan khalifah di muka bumi,” (QS Al-Baqarah: 30). Kemudian pada titik yang ditentukan Allah SWT, Nabi Adam membangun Ka’bah.

Hanya nanti di zaman Nabi Nuh a.s (5 generasi setelah Nabi Adam a.s) terjadi banjir besar sehingga tersisa pondasinya.

Gbr 1. Ilustrasi Ka’bah di masa Nabi Adam a.s (kiri) dan di masa Nabi Ibrahim a.s (kanan).

Peninggian Ka’bah oleh Nabi Ibrahim dan Ismail a.s

Di tahun 1500 SM tercatat tahun Ka’bah dipugar dan ditinggikan oleh Nabi Ibrahim a.s. Berdua dengan putranya yang taat, Nabi Ismail, Nabi Ibrahim yang membangun Ka’bah dari bebatuan bukit Hira, Qubays, dan tempat-tempat lainnya. Semakin tinggi dari hari ke hari mereka membangun Ka’bah, dan akhirnya selesai dengan panjang 30-31 hasta, lebarnya 20 hasta. Pada awalnya bangunan tanpa atap, hanyalah empat tembok persegi dengan dua pintu. Di salah satu celah sisi bangunan yang diisi dengan batu hitam besar dikenal dengan nama Hajar Aswad.

Setelah selesai dibangun, Allah memerintahkan Ibrahim untuk menyeru umat manusia berziarah ke Ka’bah. Dari sinilah awal mula haji, ibadah umat Islam di seluruh dunia yang menjadi rukun Islam kelima.

Gbr 2. Ilustrasi Ka’bah dari awal ditinggikan oleh Nabi Ibrahim a.s dan renovasi-renovasi yang mengikutinya.

Para ahli mencatat setidaknya sudah lebih 13 kali terjadi pembongkaran dan pembangunan kembali Ka’bah sejak pertama kali lokasinya ditentukan Allah, hingga renovasi dari generasi ke generasi. Pencatatan ini berdasarkan keterangan dalam kitab suci Al-Quran, hadits Nabi dan riwayat para sahabat serta catatan sejarah modern. Setelah 13 kali, yang terjadi hanya perbaikan, karena pembangunan berikutnya meluas ke area masjid hingga menjelang musim haji 2016 ketika Raja Salman Ibn Abdul Aziz bertahta, renovasi masih berlangsung hingga tahun 2020. Rencananya, Masjidil Haram akan diperluas hingga 35 persen, dengan kapasitas luar mesjid dapat menampung 800.000 hingga 1.120.000 jamaah. Jika rampung, bagian dalam Masjidil Haram akan dapat menampung hingga dua juta jamaah.

<dari berbagai sumber>

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here